Dominasi wilayah Jawa terlihat jelas dengan lima provinsi masuk dalam daftar teratas. Tingginya aktivitas ekonomi, penetrasi digital, serta kemudahan akses layanan keuangan menjadi faktor pendorong utama.
Di sisi lain, kelompok usia produktif 19–34 tahun menjadi penyumbang terbesar dengan total pinjaman mencapai Rp41,4 triliun. Kondisi ini menandakan generasi muda paling rentan terjebak dalam ketergantungan pinjol.
Meski demikian, OJK mencatat tingkat keberhasilan bayar (TKB90) nasional masih berada di angka 95,68 persen. Artinya, mayoritas peminjam masih mampu memenuhi kewajiban tepat waktu.