Tiar Karbala menjelaskan, tantangan utama yang dihadapi UMKM saat ini bukan pada kurangnya akses terhadap teknologi, melainkan kesenjangan antara pemahaman dan implementasi di lapangan. Banyak pelaku usaha yang telah mengenal teknologi digital, namun belum mampu mengoptimalkannya karena keterbatasan literasi, pendampingan, hingga akses pembiayaan.
Melalui kegiatan ini, pemerintah menargetkan sekitar 30 hingga 40 persen peserta mulai mengadopsi berbagai tools digital dalam operasional bisnisnya. Harapannya, penggunaan teknologi dapat meningkatkan efisiensi sekaligus memperkuat daya saing usaha.
Selain itu, kolaborasi lintas sektor juga menjadi kunci dalam mendorong transformasi digital UMKM. Pemerintah berperan sebagai penghubung antara pelaku usaha, platform digital, hingga lembaga pendukung agar tercipta ekosistem yang berkelanjutan.