Suara Warga Jadi Dasar Pemkot Surabaya Menyusun Kebijakan Publik

surabaya | 02 Agustus 2026 08:41

Suara Warga Jadi Dasar Pemkot Surabaya Menyusun Kebijakan Publik
Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik serta Statistik Dinkominfo Surabaya, Yudho Febriadi, menyampaikan materi saat Bimbingan Teknis Pengelolaan Layanan Pengaduan Masyarakat di Ruang Praban Bappeda Surabaya. (dok jatimpos)

 

 

Berdasarkan hasil pemetaan Dinkominfo Surabaya, persoalan parkir menjadi aduan yang paling banyak disampaikan warga. Selanjutnya disusul persoalan drainase, pendidikan, lingkungan hidup, hingga berbagai persoalan sosial kemasyarakatan.

 

Jika dilihat berdasarkan perangkat daerah, laporan terbanyak ditujukan kepada Dinas Perhubungan, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga, serta Dinas Lingkungan Hidup.

 

Selain itu, karakteristik laporan juga berbeda pada setiap kanal pengaduan. Melalui Hotline Lapor Cak Eri, masyarakat lebih banyak melaporkan persoalan parkir, lalu lintas, pedagang kaki lima, pendidikan, dan masalah sosial. Sementara melalui aplikasi Wargaku, laporan didominasi jalan rusak, penerangan jalan umum, pemangkasan pohon, hingga gangguan lampu lalu lintas.

 

Eddy menjelaskan seluruh data tersebut menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan langkah perbaikan pelayanan secara terukur.

 

“Evaluasi penyelenggaraan parkir kami lakukan setiap hari. Dasarnya bukan asumsi, tetapi data pengaduan yang disampaikan masyarakat melalui berbagai kanal,” tegasnya.