Pemkot telah melakukan pemetaan terhadap sebaran CCTV yang ada. Hasilnya, masih ditemukan sejumlah titik blank spot yang belum terpantau kamera. Area tersebut kini menjadi prioritas dalam program kolaborasi ini.
Untuk menjangkau titik-titik tersebut, pemkot meminta dukungan pengusaha yang memiliki lokasi strategis agar ikut memasang CCTV. Langkah ini dinilai mampu mempercepat perluasan pengawasan tanpa membebani anggaran pemerintah secara penuh.
Ke depan, seluruh jaringan CCTV, baik milik pemerintah maupun swasta, akan diintegrasikan dalam satu sistem digital terpadu. Pusat kendali sistem ini berada di Command Center Gedung Siola yang dikelola Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya.
Dengan sistem terpusat, pemantauan dapat dilakukan secara real-time. Setiap potensi gangguan keamanan bisa segera direspons tanpa harus menunggu laporan manual dari lapangan.