SURABAYA, PustakaJC.co – Rencana penerapan kebijakan work from home (WFH) satu hari dalam sepekan bagi aparatur sipil negara (ASN) dan pekerja swasta dinilai belum tentu efektif dalam menekan beban subsidi energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM). Sejumlah faktor dinilai berpotensi menghambat optimalisasi kebijakan tersebut. Minggu, (22/3/2026).
“Bisa saja WFH berubah menjadi work from anywhere, misalnya dimanfaatkan untuk bepergian atau berwisata. Jika itu terjadi, konsumsi BBM justru tidak akan berkurang signifikan,” ujarnya. Demikian dikutip dari Jawapos.com, minggu, (22/3/2026).
Pengamat ekonomi energi dari Universitas Gadjah Mada, Fahmy Radhi, menyampaikan bahwa tekanan terhadap ekonomi nasional saat ini salah satunya dipicu oleh lonjakan harga minyak dunia akibat ketegangan geopolitik global. Indonesia sebagai negara net importir minyak dinilai sangat rentan terhadap fluktuasi tersebut.