KEDIRI, PustakaJC.co – Suasana Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Mojo, Kediri, Jawa Timur, tampak semarak menjelang pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026. Tenda-tenda berwarna putih dan hijau membentang di sepanjang jalan utama pondok sebagai gerbang penyambutan bagi lebih dari 500 peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.
Keramaian terlihat sejak Jumat (19/6/2026) malam. Santri, pedagang, panitia, relawan keamanan, hingga para tamu berbaur dalam suasana khas pesantren yang hangat dan penuh kebersamaan. Puluhan stan bazar UMKM turut meramaikan kawasan pondok dengan menawarkan berbagai produk, mulai dari makanan tradisional, busana muslim, hingga kerajinan tangan.
Salah satu pengunjung asal Surabaya, Wardi Joko Nugroho, mengaku terkesan dengan kemeriahan bazar dan suasana menjelang Munas dan Konbes NU 2026.
“ Saya tadi mengunjungi stan bazar UMKM, ramai banget,” ujarnya.
Wardi berharap forum tersebut dapat menghasilkan keputusan terbaik bagi warga NU dan bangsa Indonesia. Ia juga mengingatkan pentingnya pengelolaan informasi terkait kantong parkir untuk mengantisipasi membludaknya peserta dan pengunjung saat pembukaan acara.
Selain bazar, kemeriahan juga hadir melalui Festival Seni Hadrah yang digelar oleh Ikatan Seni Hadrah Indonesia (Ishari). Dentuman rebana dan lantunan shalawat menggema di sepanjang area pondok, menciptakan suasana religius yang hidup hingga larut malam.
Festival tersebut sekaligus menjadi penanda dimulainya Haul Akbar Masyayikh Pesantren Al-Falah Ploso. Kegiatan ini dihadiri Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dan sesepuh Pondok Pesantren Al-Falah Ploso KH Nurul Huda Djazuli.
Dalam sambutannya, Gus Yahya menegaskan pentingnya nilai tabaruk atau mengharap keberkahan dari para masyayikh dan sesepuh.
“ Inti dari segala khidmat kita, terutama NU dari generasi kita ini di zaman ini, adalah tabarukkan.”
Menurutnya, generasi saat ini memiliki tugas untuk meneruskan dan mengambil keberkahan dari perjuangan para ulama terdahulu.
Meski dipadati ribuan orang, suasana pondok tetap berlangsung tertib. Para santri yang bertugas sebagai relawan sigap membantu tamu dan peserta yang membutuhkan informasi terkait pelaksanaan Munas dan Konbes NU.
Munas dan Konbes NU 2026 berlangsung pada 20–22 Juni 2026. Forum musyawarah tertinggi kedua di lingkungan Nahdlatul Ulama ini akan membahas berbagai isu strategis, di antaranya kedaulatan data pribadi, nilai manfaat dana haji, RUU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), otoritas keagamaan dalam ruang kekuasaan, hingga penentuan waktu dan lokasi Muktamar ke-35 NU.
Selain itu, sidang-sidang komisi yang terdiri dari Komisi Bahtsul Masail, Komisi Organisasi, Komisi Program, dan Komisi Rekomendasi akan digelar di sejumlah lokasi di lingkungan Pondok Pesantren Al-Falah Ploso. (nov)